oleh

Pasien Covid-19 Terus Meningkat, Dinas Pendidikan Bungo Tetapkan Kegiatan Belajar Mengajar di Rumah

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bungo melakukan pembagian zona per kecamatan untuk mengatur pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) di masa pandemi. Hal ini disebabkan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Bungo terus mengalami peningkatan setiap hari.

Kadis Pendidikan Bungo Masril mengatakan bahwa ada dua pembagian zona, yakni zona merah dan zona selain merah.

“Kedua zona itu kita ambil dari tingkat penularan Covid-19. Jika yang terkonfirmasi di kecamatan tersebut banyak, maka masuk ke zona merah,” kata Masril, Kamis (22/7/2021).

Penempatan kedua zona tersebut sudah menjadi kesepakatan Dinas Pendidikan bersama instansi terkait dan Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Bungo.

Hasil keputusan tersebut, ada sebanyak 6 kecamatan masuk dalam zona merah, yakni Kecamatan Rimbo Tengah, Bungo Dani, Bathin III, Pasar Muarabungo, Pelepat dan Pelepat Ilir.

Sedangkan 11 kecamatan lainnya masuk ke zona selain merah, yakni Kecamatan Jujuhan Ilir, Rantau Pandan, Bathin III Ulu, Muko-Muko Bathin VII, Limbur Lubuk Mengkuang, Tanah Tumbuh, Tanah Sepenggal Lintas, Bathin II Babeko, Bathin II Pelayang, Jujuhan dan Tanah Sepenggal.

“Bagi kecamatan yang masuk zona merah, kita berlakukan KBM secara daring, sementara zona selain merah KBM tatap muka namun tetap mematuhi protokol kesehatan,” tambah Masril.

Masril juga mengatakan bahwa ia telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi dan telah disetujui juga bahwa permberlakuan aturan tersebut untuk sekolah dari SD hingga SMA yang ada di Kabupaten Bungo.

“Aturan ini berlaku hingga waktu yang tidak ditentukan, yang pasti kita akan melakukan evaluasi setiap waktu,” kata Masril.

Ditegaskan Masril bahwa pelaksanaan daring di zona merah bukan berarti siswa libur sekolah. Setiap siswa akan diberikan tugas oleh gurunya untuk dikerjakan di rumah masing-masing.

Ia juga minta orang tua ikut berperan aktif mengajarkan anak di rumah selama pelaksanaan aturan tersebut.

“Ini bukan masalah membebankan orang tua, tapi masalah kesehatan anak kita,” tutup Masril. (*)

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed