oleh

Survei LSIN : 5 Menteri Terbaik dan 5 Menteri Terburuk Kinerjanya, Siapa Saja Mereka?

Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) melalui surveinya merilis 5 nama menteri terbaik dan terburuk.  Survei nasional LSIN mengukur persepsi publik terhadap kepuasan kinerja Pemerintah dan Kabinet dilakukan rentang waktu 8-15 Oktober 2021, melibatkan 1.200 responden dari 34 Provinsi di Indonesia dengan metode pengambilan data melalui telepolling.    

Sabtu (30/10/2021), LSIN bekerjasama dengan Dialektika Insitite membedah hasil survei nasional tersebut melalui diksusi daring zoom. Hadir sebagai narasumber diantaranya Yasin Mohammad (Direktur Eksekutif LSIN), Prof. Dr. Lili Romli, M.A (Peneliti Pusat Riset Politik, BRIN), Abdul Aziz, M.A ( Direktur Riset Dialektika Institute) dengan dimoderatori oleh M. Muhtar Nasir (Pimred kliksaja.co), dan Host oleh Thalyana Tantry.

Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, mengatakan bahwa ketika responden diajukan pertanyaan Top of Mind, menurut anda menteri siapa dan kementerian apa kinerja paling baik dan paling buruk? Temuan survei LSIN menunjukkan bahwa terdapat 5 (lima) Menteri terbaik kinerjanya menurut publik.

Menurut Yasin Mohammad dalam paparannya, secara berurutan 5 menteri dengan kinerja terbaik menurut publik sebagai berikut :

  • (1) Kemendikbud, 
  • (2) PUPR,
  • (3) Kemenparekraft,
  • (4) Kemenhan,
  • (5) Kemenpora.

Sedangkan lima Menteri terburuk saat ini secara berurutan adalah sebagai berikut :

  • (1) Kemensos,
  • (2) Kemenkes,
  • (3) Kemenkumham,
  • (4) Kementerian Kelautan dan Perikanan,
  • dan (5) Kemenag.

Menanggapi temuan survei LSIN tersebut, Prof. Lili Romli mengatakan bahwa hasil survei LSIN ini bisa menjadi bahan masukan bagi Presiden. “Kementerian yang kontraproduktif harus dievaluasi oleh Jokowi, “sebaiknya Jokowi segera mereshuffle Menteri-Menteri yang jika dinilai kinerjnaya tidak bagus sesuai dengan janji Jokowi saat kampanye”. Kata Prof Lili Romli.” Kata Prof. Lili Romli.

Survei nasional LSIN ini mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling), menggunakan metoda penarikan sampel acak sederhana (simple random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap Provinsi. Pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis program komputerisasi yaitu dengan memasukkan data base nomor telepon.

Responden adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun, yang pernah menjadi responden LSIN pada survei-survei sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan melalui telepon dengan panduan kuesioner oleh surveyor telepolling yang tersebar di seluruh Provinsi. Survei nasional melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dan Margin of error sebesar ± 2,8%.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed