oleh

Survei LSIN : Kepuasan Publik Terhadap Pemerintah Terus Menurun

Hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) menunjukkan bahwa terjadi tren penuruanan kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf dan Kebinet Indoensia Maju.  

Direktur eksekutif LSIN, Yasin Mohammad, mengatakan bahwa ketika responden diajukan pertanyaan Top of Mind, Menurut anda bagaimana kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amien?. Saat ini 51% publik menilai kinerja pemerintahan Jokowi-Ma’ruf baik,  4,5% sangat baik,  6,9 menilai cukup, sedangkan 6,5% menilai buruk dan 2,9 menilai sangat buruk.

Adapun untuk kinerja Menteri Kabinet Indonesia Maju juga dinilai publik baik dengan persentase 54% Baik, Namun angka buruknya cukup tinggi yaitu diangka 13%.

Prof. Lili Romli, (Peneliti Pusat Riset Politik, BRIN) menilai bahwa temuan survei LSIN atas menurunnya kepuasan kinerja pemerintah menjadi warning bagi pemerintahan Jokowi Ma’ruf Amien. “angak 51% ini cukup rendah, dan ini menjadi warning bagi pemerintahan Jokowi. Bisa saja ini dipengaruhi kinerja pemerintah juga kinerja masing masing menterinya”. Urai lili Romli dalam pemaparannya.

Hal ini sebagaiman terungkap pada paparan hasil survei LSIN hari ini Sabtu (30/10/2021), LSIN bekerjasama dengan Dialektika Insitite membedah hasil survei nasional tersebut melalui diksusi daring zoom.

Hadir sebagai narasumber diantaranya Yasin Mohammad (Direktur Eksekutif LSIN), Prof. Dr. Lili Romli, M.A (Peneliti Pusat Riset Politik, BRIN), Abdul Aziz, M.A ( Direktur Riset Dialektika Institute) dengan dimoderatori oleh M. Muhtar Nasir (Pimred kliksaja.co), dan Host oleh Thalyana Tantry.

Survei nasional LSIN mengukur persepsi publik terhadap kepuasan kinerja Pemerintah dan Kabinet dilakukan rentang waktu 8-15 Oktober 2021, melibatkan 1.200 responden dari 34 Provinsi di Indonesia dengan metode pengambilan data melalui telepolling.

Survei nasional LSIN ini mengambil sampel sepenuhnya secara acak (probability sampling), menggunakan metoda penarikan sampel acak sederhana (simple random sampling), dengan memperhatikan urban/rural dan proporsi antara jumlah sampel dengan jumlah penduduk di setiap Provinsi. Pemilihan responden dilakukan secara acak sistematis program komputerisasi yaitu dengan memasukkan data base nomor telepon.

Responden adalah penduduk Indonesia yang berumur minimal 17 tahun, yang pernah menjadi responden LSIN pada survei-survei sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan melalui telepon dengan panduan kuesioner oleh surveyor telepolling yang tersebar di seluruh Provinsi. Survei nasional melibatkan 1.200 responden dengan tingkat kepercayaan survei ini adalah 95% dan Margin of error sebesar ± 2,8%.

Komentar

Komentar sepenuhnya tanggung jawab pribadi. Bijaklah dalam memilih kata yang tidak mengandung pelecehan, intimidasi, dan SARA. Salam hangat. [Redaksi]

News Feed